Senin, 14 Januari 2019

Memberi Terapi Istri Sendiri dengan Energi Galaxur

Memberi Terapi Istri Sendiri untuk Latihan Menjadi Terapis Energi Galaxur

Sebelumnya saya sudah menulis tentang Pengalaman pertama ikut Terapi energi Galaxur di Bali pada hari Sabtu, 12 Januari 2019 di Hotel Harris Sunset Road. Setelah itu saya langsung berniat untuk menjadi terapis, karena menurut Pak Rudi ketika sudah mengikuti training energi sekali saja maka sudah bisa menjadi terapis energi Galaxur.

Keesokan harinya pada malam hari setelah selesai makan, mandi dan sembahyang maka saya memberanikan diri untuk melakukan terapi istri saya sendiri. Istri saya memang pernah di terapi sebanyak tiga kali oleh terapis yang sudah berpengalaman untuk mengobati karena istri saya terindikasi kena ilmu hitam. Silakan baca hasil terapinya pada tulisan saya sebelumnya disini.

Merasa yakin akan bisa menjadi terapis maka saya pun mengikuti langkah-langkah untuk bisa memberi terapi pada pasien yang kali ini adalah istri saya sendiri pasiennya. Setelah minta doa restu kepada Tuhan karena semua ini semua dari Tuhan, saya pun berhasil menterapi istri saya, setelah itu istri saya tidak sadarkan diri.

Setelah itu istri saya terus mengeluarkan air liur dari mulutnya, selama itu juga saya hanya memberikan terapi tanpa banyak bicara dan selama itu juga istri saya terus mengeluarkan air liur tanpa sadarkan diri. Terapi selama kurang lebih selama 10 menit akhirnya saya putuskan untuk mengakhirinya.

Ada beberapa alasan kenapa saya segera mengakhiri terapi tersebut. Salah satunya adalah karena saya hanya sendiri sebagai terapis, tidak ada yang mengawasi pasien ketika dia tidak sadarkan diri, takutnya istri saya jatuh karena saya sebagai terapis tidak boleh menyentuh pasien selama di terapi.

Oleh sebab itu saya memutuskan untuk mengakhiri terapi tersebut. Nah besok-besok ketika akan mau melakukan terapi kepada pasien, setidaknya ada dua terapis dan juga minimal ada dua orang untuk memegang pasien karena seperti video yang saya lihat saat training, pasien bisa dipegang sampai empat orang.

Nah itulah cerita pengalaman pertama saya melakukan terapi terhadap pasien yang juga istri saya sendiri. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

0 komentar:

Posting Komentar